Apa Cara Trading Forex Dengan Stochastic Oscillator Itu?

, ,
apa-cara-trading-forex-dengan-stochastic-oscillator-itu

 

APA CARA TRADING FOREX DENGAN STOCHASTIC OSCILLATOR ITU? BAGAIMANA CARANYA?

 

Stochastic merupakan simple indikator oscillator yang berfungsi mengukur momentum. Stochastic dibuat oleh George C. Lane di pengunjung tahun 1950. Karakter indikator ini bersifat oscillator, sehingga stochastic akan memperlihatkan harga yang sudah mencapai titik jenuh beli (overbought)/jenuh jual (oversold). Stochastic oscillator cukup “laris” dipakai trader forex, komoditi maupun saham karena di anggap akurat dan bisa memberikan hasil yang pasti.  Indikator ini memiliki banyak macam, namun yang slow stochastic paling banyak di gunakan trader. Lalu, apa cara trading forex dengan stochastic oscillator itu?

 

Terbentuk atas 2 garis kurva yang punya kemiripan dengan moving average. Ruang gerak kurva dari level 0 – 100 yang memperlihatkan berapa persentasi nilai dari indikator tersebut. Kedua garis kurva yaitu %K yang berwarna biru lalu garis %D yang berwarna merah.

 

%D disebut juga sebagai moving average (rata-rata nilai) terhadap %K yang menyebabkan ia bergerak lagging (melambat). Gerakan dari 2 garis kurva tersebut akan di amati oleh para trader untuk melihat trend yang sedang berlangsung. Indikator ini akan mngeluarkan sinyal saat harga bergerak lemah yang menandakan ada koreksi atau trend yang akan berganti.

 

 

apa-cara-trading-forex-dengan-stochastic-oscillator-itu

 

BACA JUGA: BELAJAR STOCHASTIC OSCILLATOR

 

Bisa Anda lihat di gambar bahwa 2 garis kurva yang saling memotong (crossing), membuat trend jangka pendek berganti. Tanda-tanda atau sinyal-sinyal tersebut bisa di dapatkan saat kurva biru dan merah saling beprotongan. Mesikpun begitu, sinyal-sinyal tadi bisa diperbesar probability nya melalui cara-cara berikut:

 

SELALU CEK GARIS KURVA YANG CROSSING DI LEVEL EKSTREM

 

Sinyal-sinyal yang keluar tidak harus Anda tanggapi, Hanya respon sinyal yang memiliki probability sangat besar. Kita ambil contoh pada indikator stochastic oscillator yang ruang geraknya terbatas dari level 0-100 saja, pada umumnya momentum jenuh beli (overbought) terjadi saat kurva warna biru sudah melebihi level 80. Sementara jenuh jual terjadi saat kurva warna merah sudah berada kurang dari level 20.

 

apa-cara-trading-forex-dengan stochastic-oscillator-itu-(2)

 

Bisa Anda lihat pada gambar di atas, sinyal terkuat ada di terdapat di titik crossing garis kurva warna merah dan biru di zona overbought dan oversold. Lakukan open posisi sell ketika overbought & lakukan buy ketika oversold.

 

ENTRY HARUS SESUAI DENGAN TREND PADA TIME FRAME YANG LEBIH BESAR AGAR TERHINDAR DARI FALSE SIGNAL

 

Saat harga bergerak uptrend, di timeframe yang rendah stochastic oscillator akna memperlihatkan kondisi jenuh beli (overbought), tapi sinyal tersebut false alias salah. Kalo Anda mengikuti sinyal tersebut, bisa-bisa trading Anda loss, pasalnya uptrend sedang kencang-kencangnya. Anda harus sabar dan tunggu sampai stocahstic oscillator ada di timeframe yang kecil/rendah dan kondisinya memperlihatkan sinyal buy. Pada kondisi seperti ini stochastic oscillator sangat bisa di andalkan.

 

Jadi apa cara trading forex dengan stochastic oscillator itu sudah terjawab yah. Harapan saya artikel barusan dapat bermanfaat untuk Anda. Oya, sehebat apapun strategi dan indikator yang Anda gunakan, jika Anda trading tanpa analisa tentu akan berbahaya, maka dari itu bagi Anda yang ingin mendapat analisa trading forex untuk menunjang trading Anda, subscribe saja analisa FOREXimf.com, akurasinya mencapai 70% lho.
Selamat Mencoba.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *