apa itu long term & short term pada trading forex

Apa Itu Long Term & Short Term Pada Trading Forex?

, , ,

APA ITU LONG TERM & SHORT TERM PADA TRADING FOREX? LEBIH BAGUS YANG MANA?

 

Sobat trader, ternyata gaya/style tidak hanya ada di industri fashion saja lho, Pelaku trading forex atau trader juga punya gaya trading. Ada long term trading dan short term trading. Nah sebenarnya lebih bagus punya gaya trading yang mana sih? Kali ini kita akan membahas apa itu long term & short term pada trading forex. Check this out.

 

Rata-rata, trader lebih senang trading dengan gaya short term trading. Target profit yang di incar tidak banyak, hanya beberapa pips saja dan selama 1 hari mereka bisa open posisi beberapa kali. Akan tetapi gaya trading jangka pendek/short term tidak cocok bagi Anda yang kurang sabaran/terburu-buru ingin cepat mendapat profit. Kesabaran dan konsistensi sangat dibutuhkan untuk bisa meraih 20-30 pips setiap harinya. Bila tidak konsisten, mungkin saja floating loss akan menghampiri Anda. Jika Anda fokus dan konsisten menerapkan gaya trading ini, akan lebih mudah “memonitor” cara trading dan profit Anda pastinya, cukup tentukan saja target profit harian yang di inginkan.

 

Yang sering membingungkan Anda para trader adalah, moment ketika ada trend yang bersifat panjang (long term) dalam periode waktu yang pendek (short term). Banyak trader dibuat ragu oleh keadaan ini apa moment ini bisa dimanfaatkan. Ditambah lagi, tidak ada yang tahu pasti kapan trend akan berbalik arah. Resiko loss jauh lebih besar, maka tak heran jika peminat long term trading sedikit jumlahnya.

 

BACA JUGA : MENGAPA US-NON FARM PAYROLL PENTING DALAM FOREX TRADING

 

 

Kabar gembiranya, Anda penyuka berita fundamental cocok menerapkan gaya long term trading. Pemahaman seputar data ekonomi merupakan salah satu syarat agar bisa trading dengan gaya ini. Karena berita penting tidak datang setiap hari, jadi tidak harus sering-sering open posisi. Mungkin mengaplikasikan ilmu fundamental ke dalam forex trading bukan hal mudah, tetapi memiliki pengetahuan dan ilmu fundamental yang baik menandakan bahwa Anda punya langkah maju untuk menganalisa dan memprediksi kecenderungan pasar terhadap suatu berita.

 

KESIMPULAN

 

Jadi, apa itu long term & short term pada trading forex ? Lebih untung pake yang mana ya?

 

Secara garis besar, long term & short term trading merupakan gaya yang di miliki seorang trader ketika trading. Mereka yang senang dapat profit kecil kecilan namun sering, bisa trading dengan gaya short term (pendek) dan bagi mereka yang jago menganalisa berita fundamental cocok ber-trading dengan gaya long term (panjang). Nah kira-kira lebih untung pake yang mana ya? Tidak ada yang menjamin bahwa gaya trading long term atau short term akan profit. Semua tergantung dari sistem trading, pemahaman analisa dan cara trading Anda. Sesuaikan gaya trading dengan karakter dan kebutuhan Anda. Jangan menjadi “orang lain” ketika trading. Biarkanlah teman Anda profit dengan long term trading style nya, dan konsistenlah menerapkan short term trading style Anda.

 

So, apa itu long term & short term pada trading forex sudah terjawab yah. Untuk Anda pemula yang ingin belajar trading forex kelas dasar sampai kelas mahir, dapatkan e-book trading forex GRATIS!! di halaman e-book trading forex website ini. Oya, Anda mau analisa forex paling akurat dikirim langsung ke email Anda GRATIS? Klik gambar berikut yah

 

apa itu long term & short term pada trading forex

 

Apa Trading Forex Itu Harus Mengikuti Trend Market?

,

APA TRADING FOREX ITU HARUS MENGIKUTI TREND MARKET? BAGAIMANA CARANYA?

 

Sobat trader, rasanya sudah jadi hukum alam dalam pasar forex jika harga melonjak tinggi dan mahal, harga mengalami penurunan, ketika harga mengalami penurunan dan cenderung murah maka harga akan merangkak naik. Hal ini akan terus berjalan dan tidak ada satupun yang bisa mencegahnya. Banyak trader mengatakan trading yang baik itu harus sesuai dengan trend yang berlangsung tapi ada juga trader yang trading tanpa melihat trend dan mereka profit-profit saja tuh. Nah sebenarnya apa trading forex itu harus mengikuti trend market? Berikut ini ulasannya.

FOLLOW TREND MARKET

Mengikuti trend market memang tidak menjamin posisi Anda akan profit, namun setidaknya Anda sudah mengikuti aturan “main” trading forex dengan baik. Ketika market berada dalam posisi naik, segera buka posisi buy dan jika market berada dalam posisi turun, segera lakukan sell. Mempraktekan cara ini akan membuat posisi trading Anda aman. Sangat tidak di sarankan untuk trading berlawanan arah dengan trend market. Sebagai contoh saat harga suatu pair turun drastis itu tandanya harga tengah melakukan pergerakan yang sangat cepat untuk meneruskan trend. Tidak perlu memperkirakan harga akan naik atau mencari titik yang cocok untuk membuka posisi buy.

Saya paham, ketika harga menguat bisa jadi Anda ingin mengambil posisi. Lumrah saja sebenarnya, tetapi jika melihat kondisi harga yang menguat, membuat pergerakan bisa lebih panjang untuk meneruskan trend. Ada baiknya Anda pertimbangkan untuk mengikuti trend yang berlangsung ketika itu. Jika nyatanya trend yang terjadi itu turun temukan peluang untuk open posisi sell. Sama hal nya ketika harga bergerak kencang dan mengalami bullish, tetap ikuti trend market saat itu.

Intinya, Anda harus memperkirakan entry posisi berdasarkan trend untuk mencari area buy yang benar.

apa trading forex itu harus mengikuti trend

BACA JUGA: Tips Trading Forex Saat Market Sideways

 

SABAR MENUNGGU MARKET

Apabila trend market ketika itu sedang berlangsung kuat dan memang tidak ada lagi cara untuk menganalisa dan memperkirakan area open posisi, ya sudah….Sabar dan tunggu saja hehe. Daripada Anda tetap mengambil posisi tetapi gembling dengan keputusan Anda, lebih baik sabar dan tunggu. Kondisi market yang naik turun juga tidak memungkinkan Anda untuk open posisi. Nah sambil menunggu kondisi market stabil kembali, cek & ricek kembali strategi serta sistem trading Anda.

Jadi, apa trading forex itu harus mengikuti trend market sudah terjawab yah. Siklus tersebut akan terus berulang, jadilah trader yang “baik” dengan tidak melawan trend saat market sedang “on fire” alias memperlihatkan trend nya. Tunggu sampai keadaan market berada dalam posisi stabil kembali. Jika Anda mempraktekan cara trading forex ini dengan rutin, pundi-pundi rupiah dari trading forex sangat mungkin Anda dapatkan.

Oya, apa Anda trader forex yang butuh analisa trading dengan tingkat akurasi mencapai 70% secara gratis? Yuk langganan subscribe analisa. Analisanya bisa Anda dapatkan langsung ke email Anda setiap hari lho.

Selamat Mencoba

apa saja tips trading forex dengan indikator rsi (thumbnail)

Apa Saja Tips Trading Forex Dengan Indikator RSI Itu?

, ,

APA SAJA TIPS TRADING FOREX DENGAN INDIKATOR RSI ITU? BAGAIMANA MENGGUNAKANNYA?

Sobat trader, Relative Strength Index (RSI) merupakan bagian dari indikator oscillator yang diakui banyak trader sebagai indikator hebat. RSI digunakan banyak trader sebagai penentu waktu masuk posisi yang mengacu pada level overbought & oversold. Tak hanya itu, RSI juga bisa memprediksi kemungkinan trend yang berganti arah, caranya menganalisa divergensi dari pergerakan harga. Lalu, apa saja tips trading forex dengan indikator RSI itu? Bagi Anda yang masih belajar trading forex dan masih bingung dengan indikator yang satu ini, di artikel berikut saya akan memberikan 3 tips trading forex menggunakan indikator RSI yang bisa Anda coba, check this out.

 

KETIKA TREND BERADA DALAM KEADAAN YANG KUAT, JANGAN HIRAUKAN OVERBOUGHT & OVERSOLD

Saat harga bergerak dengan trending yang kuat dalam jangka waktu panjang, Jangan menggunakan overbought & oversold indikator RSI karena sudah tidak lagi tepat dipakai. Indikator tersebut dibentuk dari perbandingan jumlah harga positif yang berubah atau lebih tinggi dengan jumlah harga negatif/lebih rendah dalam periode tertentu. Ratio ini di setting di kisaran 0 sampai +100. Apabila sesudah periode waktu itu harga tidak mengalami perubahan, bisa dipastikan RSI tetap berada di area overbought (jika uptrend) dan oversold (jika downtrend). Penjelasan mengenai RSI dan cara penggunaannya bisa dilihat di eduspot.

 

Kita ambil contoh, GBP/USD, pada gambar diatas pergerakan downtrend dalam keadaan menguat. RSI tetap ada di wilayah oversold dalam jangka waktu yang lumayan lama. Langkah buy di gunakan saat oversold dinilai akan mengakibatkan kerugian. Sebelum menganalisa RSI, terlebih dahulu Anda harus menegcek indikator trend-nya. MACD, Bollinger Bands dsn ADX merupakan indikator kekuatan trend yang sering dipakai trader.

SELALU AMATI LEVEL 50 RSI (CENTER LINE)

Semua indikator oscillator memiliki center line/level pertengahan. Pada umumnya di level 50/50%. Sama hal nya dengan indikatror RSI. Walaupun center line sering tidak di hiraukan, tetapi ia menunjukkkan arah pergerakan harga yang berganti saat retracement, atau malah arah trend yang berganti. Di saat RSI break center line menuju ke atas menandakan sinyal buy, begitu pun sebaliknya saat RSI break center line menuju ke bawah.

apa-saja-tips-trading-dengan-indikator-rsi-itu

Seperti yang bisa di lihat pada gambar di atas, center line berperan sebagai level support. Saat RSI break di kali kedua, harga mengalami downtrend.

SESUAIKAN PENGGUNAAN PARAMETER DENGAN TIMEFRAME TRADING

Sebagian besar parameter periode waktu indikator oscillator yaitu 14, begitu pun RSI. Banyak trader yang beranggapan bahwa periode 14 sesuai untuk time frame daily namun kurang tepat di gunakan untuk time frame trading yang rendah. Penemu indikator RSI Welles Wilder menyarankan bagi trader untuk memakai periode 14 di timeframe daily. Wilder berpendapat, makin kecil masa waktu pengukuran, menyebabkan makin sensitif sehingga sulit untuk di amati. Begitu juga dengan sebaliknya, makin besar waktu pengukurannya menyebabkan kurang sensitif. Hal tersebut berpengaruh pada tingkat ke akuratan suatu pengukuran.

Pada prinsipnya, sinyal trading akan lebih sering dihasilkan jika settingannya semakin kecil. Daily trader dengan timeframe di bawah 1 jam sering memakai periode RSI 9 dengan scalper memakai periode 7. Trader pertengahan dan juga panjang akan memakai periode 14/25.

apa saja tips trading forex dengan indikator RSI itu sudah terjawab yah, selebihnya Anda tinggal praktekan tips tersebut pada demo account. Biar belajar trading forex Anda lebih maksimal, manfaatkan layanan subscribe analisa dari FOREXimf GRATIS! Caranya mudah, lakukan registrasi dan analisa pun akan dikirim langsung ke email Anda.

Selamat Mencoba

Apa Saja teknik Trading Forex Itu Ketika Trend Berlangsung?

,

APA SAJA TEKNIK TRADING FOREX ITU? APA SAJA TIPS TRADING FOREX KETIKA TREND BERLANGSUNG?

Meraih profit konsisten merupakan impian semua trader forex tak terkecuali Anda. Namun untuk bisa mewujudkan keinginan tersebut, ada tahapan yang harus dilewati salah satunya yaitu belajar. Tanpa belajar, Anda tidak bisa menciptakan sistem trading sendiri, kesulitan menghadapi kondisi pasar yang penuh gejolak dan rintangan, serta masih banyak lagi hal buruk yang akan menimpa trading Anda. Bahkan George Soros sekalipun bisa meraih kesuksesannya di bidang trading forex karena selalu belajar dan terus berlatih. Nah, yang jadi pertanyaannya adalah sampai kapan Anda harus belajar? Saya mengerti jika Anda ingin sesegera mungkin meraih profit konsisten, dan kabar baiknya saya akan memberikan Anda teknik trading forex yang harus di pahami agar bisa profit. Kira-kira apa saja teknik trading forex itu ketika trend berlangsung? Berikut ulsannya untuk Anda

KETIKA HARGA MENEMBUS SUPPORT SEGERA LAKUKAN BUY

Ketika harga suatu pair berada di titik terendah, segera lakukan buy. Tujuannya ketika harga berada di area terendah lalu harga akan merangkak naik. Jika Anda belum memahami cara ini, ada baiknya Anda pelajari support resistance. Cara umum yang sering dipakai oleh trader forex yaitu open posisi buy saat harga bullish mengalami koreksi. Seringkali kita melihat pergerakan harga tidak mulus naik terus ketika suatu pair sedang bullish. Berkali-kali grafik mengalami apa itu yang dinamakan koreksi, sempat mundur sebelum akhirnya kembali naik. Kejadian seperti inilah yang sering dijadikan momen baik bagi para trader untuk mengambil posisi buy.

Apa Saja teknik Trading Forex Itu Ketika Trend Berlangsung?

 

KETIKA HARGA MENEMBUS RESISTANCE SEGERA LAKUKAN SELL

Anda disarankan melakukan open posisi sell ketika pair menyentuh level tertinggi (resistance), yang mana harga akan mengalami perubahan dari yang tadinya naik menjadi turun. Saat tren bearish mengalami koreksi, momen tersebut baik untuk melakukan sell. Sebagai contoh pair GBP/USD merosot tajam. Untuk sementara waktu harga akan terus mengalami penurunan namun akan datang saat dimana harga seolah-olah naik kembali. Banyak trader yang menanti momen berharga ini karena jika memang koreksi tersebut benar, harga tidak akan beranjak naik melainkan kembali ke tren awal yaitu bearish.

BACA JUGA: TRIK TRADING FOREX MENGGUNAKAN DEMARKER

TRADING DENGAN TREND

Trend bisa jadi kawan namun bisa juga menjadi lawan bagi para trader. Sah-sah saja jika Anda melakukan trading forex “melawan” trend nya. Namun kemungkinan profit akan lebih mudah didapat jika Anda trading dengan tren. Aturan “mainnya” jika tren yang terjadi saat itu naik, trader disarankan untuk open posisi buy, namun jika tren saat itu sedang turun, lakukan open posisi sell. Oiya, ada 3 tren yang perlu Anda ketahui dalam trading forex, yaitu bullish (ketika harga pasangan mata uang naik), bearish (ketika harga pasangan mata uang turun), dan adapula sideways ranging (keadaan ketika harga pasangan mata uang naik turun dalam area yang sempit). Terlepas dari apakah Anda akan trading dengan tren atau tidak, wajib hukumnya memahami trend, karena trend berkaitan erat dengan pair yang hendak Anda tradingkan.

Apa saja teknik trading forex itu ketika trend berlangsung  sudah terjawab yah. Untuk mempraktekannya Anda bisa coba demo account dan praktekan tips dari artikel ini. Oya, sebenarnya informasi di atas bisa menambah pundi-pundi rupiah di rekening Anda lho. Mau tahu caranya? Cari tahu sekarang untuk meraih potensi menguntungkan di trading forex.